"Negara tidak berpihak pada pengelolaan angkutan umum tetapi lebih berpihak pada kendaraan pribadi. Akhirnya, pengelolaan transportasi umum terbengkalai," kata Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.
Hal ini disampikan Tulus dalam diskusi Transportasi Umum di Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cepat atau lambat transportasi umum terkikis apalagi kendaraan pribadi disubsidi," ujarnya.
Menurut Tulus, minat masyarakat terhadap angkutan umum sudah semakin menurun. Pada 2005 kata Tulus, minat masyarakat masih berkisar 38 persen sekarang tersisa 11,5 persen.
"Sekarang orang tidak minat dengan berbagai alasan," tuturnya.
Tulus mencatat ada tiga hal yang perlahan mematikan angkutan umum. Pertama, subsidi BBM. Kedua, sepeda motor yang terus mewabah dan terakhir pungutan liar. "Subsidi 89 persen dinikmati kendaraan pribadi," kata Tulus.
(did/aan)










































