Kecelakaan Marak, YLKI: Negara Tidak Berpihak pada Angkutan Umum

Kecelakaan Marak, YLKI: Negara Tidak Berpihak pada Angkutan Umum

- detikNews
Kamis, 16 Feb 2012 14:16 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berpendapat banyaknya kecelakaan yang terjadi karena minimnya perhatian negara terhadap angkutan umum. Negara dinilai lebih berpihak pada kendaraan pribadi.

"Negara tidak berpihak pada pengelolaan angkutan umum tetapi lebih berpihak pada kendaraan pribadi. Akhirnya, pengelolaan transportasi umum terbengkalai," kata Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.

Hal ini disampikan Tulus dalam diskusi Transportasi Umum di Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tulus, persoalaan di jalan raya seperti kemacetan, kecelakaan tidak diperhatikan secara baik dengan negara. Bahkan negara lebih memilih jalan tol sebagai solusi untuk mengatasi persoalan transportasi bukan memperbaiki kualitas pelayanan angkutan umum.

"Cepat atau lambat transportasi umum terkikis apalagi kendaraan pribadi disubsidi," ujarnya.

Menurut Tulus, minat masyarakat terhadap angkutan umum sudah semakin menurun. Pada 2005 kata Tulus, minat masyarakat masih berkisar 38 persen sekarang tersisa 11,5 persen.

"Sekarang orang tidak minat dengan berbagai alasan," tuturnya.

Tulus mencatat ada tiga hal yang perlahan mematikan angkutan umum. Pertama, subsidi BBM. Kedua, sepeda motor yang terus mewabah dan terakhir pungutan liar. "Subsidi 89 persen dinikmati kendaraan pribadi," kata Tulus.

(did/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini