"Kalau survei Ibu Megawati itu tinggi, saya rasa sudah cukup stabil," kata Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait, usai menghadiri pemaparan hasil survei di kantor CSIS, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, Rabu (15/02/2012).
Menurut Maruarar, dasar-dasar hasil survei itu jelas, yakni kinerja pemerintah saat ini di bidang penegakan hukum, pengentasan kemiskinan, dan pemberantasan korupsi yang dinilai sangat lemah. Penilaian responden itu, tambahnya, tentu karena pemerintah saat ini dibandingkan dengan rezim Megawati dulu.
"Dulu kita bisa mandiri, kita tidak melakukan luar biasanya impor-impor gula, garam, dan sebagainya. Itu menyentuh langsung," ungkap Maruarar.
Kendatipun demikian, Megawati belum dipastikan maju sebagai kandidat pada Pilpres 2014 mendatang. Pencalonan itu diserahkan kepada ketua umum partai berlambang kepala banteng tersebut.
"Sesuai kongres III di Bali," ujar Maruarar.
Ditambahkan Maruarar, tantangan PDIP saat ini tidak langsung berorientasi pada kekuasaan presiden. Akan tetapi, menunjukkan kesiapan dan kemampuan PDIP untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa.
"Saya pikir kita mentransformasi persaingan kepada persaingan menyelesaikan masalah bangsa. Saya pikir itu yang harus kita lakukan," tandas Maruarar.
Sebelumnya, CSIS menyatakan Megawati Soekarnoputri akan menang sekiranya Pemilu Presiden diadakan saat ini.
Dijelaskan CSIS dukungan terhadap Megawati menempati urutan teratas dengan jumlah pemilih 10 persen dari 2.117 responden. Urutan kedua ditempati Prabowo Subianto dengan pemilih 6,7 persen. Sedangkan urutan ketiga bertengger Jusuf Kalla dengan pemilih 5,6 persen diikuti Aburizal Bakrie dengan 5,2 persen.
Namun elektabilitas Megawati tidak mutlak. Hasil survei juga menunjukkan, jika misalnya SBY maju lagi, maka Megawati akan tersingkir. Sebanyak 17,3 persen responden menyatakan masih akan memilih SBY.
(nwk/nwk)











































