Pada pertemuan tersebut hadir para pejabat dari OPM, di antaranya adalah Panglima Perang Alex Mebry, Perdana Menteri Marten Wurait, Mensesneg Markus Gonay, dan Menteri Urusan Agama Niko Dolmus. Mereka mengenakan jas dan topi tradisional Papua.
"Mereka hari ini bertemu saya meminta untuk dipertemukan dengan presiden. Intinya mereka ingin masuk dalam bingkai NKRI guna pembangunan Papua," kata Priyo kepada detikcom usai pertemuan dengan perwakilan TNP-OPM di kantornya Gedung DPR, Senayan, Rabu (15/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah hal yang menggembirakan, karena ini seperti oase di tengah permasalahan Papua selama ini," tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua desk otonomi khusus Papua dan Aceh ini.
Priyo berjanji akan memfasilitasi pertemuan antara TNP-OPM dengan presiden. Menurutnya, presiden harus menyambut baik permintaan pertemuan ini.
Ditemui usai pertemuan, Panglima Perang OPM, Alex Mebry, berharap agar pihaknya bisa segera bertemu dengan presiden. Ia ingin meminta kepada presiden untuk segera melakukan pembangunan yang merata di Papua.
"Kami ingin membahas kenapa pembangunan papua tersendat-sendat. Kami berharap Indonesia tetap bersama dengan Papua," tutur Alex.
(mad/mad)











































