"Tren hampir semua street crime seperti jambret, rampok rumah, rampok motor itu trennya menggunakan senjata api walaupun dalam pengungkapan banyak menggunakan airsoft gun," jelas Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
Rikwanto menjelaskan, hampir semua kejahatan konvensional di wilayah Jakarta dan sekitarnya menggunakan senjata api. Ini karena peredaran senjata api rakitan masih marak terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh, Rikwanto mengatakan pihaknya kesulitan dalam menelusuri peredaran senjata api rakitan. Penyelidikan polisi cenderung terputus atau tidak sampai hingga ke home industry senjata api rakitan dalam penemuan kejahatan menggunakan senjata api tersebut.
"Untuk senjata pabrikan tentu lebih mudah. Kalau senpi rakitan itu bukan berarti beli langsung ke home industrinya, tetapi beli ke A, B dan selalu terputus sehingga tidak ketemu tempat pembuatannya,"
katanya.
Beradarkan data Humas Polda Metro Jaya, kejahatan menggunakan senjata api pada 2011 terjadi sebanyak 78 kasus. Sementara sepanjang Januari-Februari 2012, kejahatan dengan menggunakan senjata api sebanyak 13 kasus dengan rincian pada Januari sebanyak 9 kasus dan Februari sebanyak 4 kasus.
Sementara itu, dari hasil Operasi Berantas Jaya 2012, polisi telah menyita 20 senjata api dari pelaku kejahatan, terdiri dari 7 senjata api rakitan, sepucuk senjata api buatan Jerman, 5 pucuk senjata airsoft gun, sepucuk senpi jenis Walter, 3 pucuk revolver, 2 pucuk senjata mainan dan sepucuk senapan gas.
(mei/nal)










































