Ical, demikian sapaan akrab Aburizal Bakrie, kalah dalam hal dukungan dan popularitas terhadap JK berdasarkan survei CSIS pada 2.117 responden selama 16-24 Januari 2012. Menggunakan metode kuesioner dengan 288 variabel pertanyaan, didapatkan dari 2.117 responden, yang mendukung JK 5,6 persen, sementara yang mendukung Ical 'hanya' 5,2 persen.
"Jelas karena dia (JK) bekas wakil presiden dan juga sebagai bekas ketua umum partai dan juga sebagai aktivis kemanusiaan yang mendorong dukungan publik," kata Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips J Vermote, dalam jumpa pers di Gedung Jakarta Post, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Rabu (15/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"84,6 Persen responden mengenal JK. Sedangkan 61,4 persen mengenal Aburizal Bakrie," papar Philip.
Survei ini dilakukan 16-24 Januari 2012 dengan 2.117 responden di 23 provinsi di Indonesia. Ada 10 yang tidak diikutsertakan karena alasan populasinya yang kecil, pertimbangan medan, serta biaya. 10 Provinsi itu yaitu Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo, Bangka-Belitung, Kepulauan Riau, dan Bengkulu.
(nwk/nvt)











































