Diduga Dendam, Nasib Tragis Dialami Amanda

Diduga Dendam, Nasib Tragis Dialami Amanda

- detikNews
Sabtu, 31 Jul 2004 09:12 WIB
Bandung - Nasib tragis dialami Amanda Delvina (22), mahasiswa semester VIII Fakultas Teknik Elektro Trisakti. Setelah hilang selama 3 hari, gadis manis ini tewas di dalam mobil Terranonya dengan leher terjerat. Diduga Amanda menjadi korban dendam seseorang."Awas Sapto anda berikutnya," begitulah isi secarik kertas yang ditemukan di dashboard mobil Amanda. Namun, polisi membantah adanya penemuan secarik kertas tersebut. Tapi semua saksi mata yang melihat membenarkan adanya tulisan di secarik kertas yang diletakkan di sebelah kiri setir mobil. Mobil Amanda ditemukan di Jalan Soekarno Hatta yang berseberangan dengan Terminal Leuwi Panjang, Jumat (30/7/2004) kemarin siang. Melihat mobil yang terparkir di terminal, diduga pelaku kabur ke luar kota Bandung lewat dengan menggunakan bus melalui terminal. Amanda tewas tergeletak di kursi belakang Nissan Terrano B 1167 QU warna silver dengan kondisi kepala tertutup plastik warna putih.Penemuan mayat Amanda ketika ada kecurigaan warga sekitar yang melihat Terrano tersebut 3 hari terparkir. Kecurigaan itu makin bertambah ketika tercium bau busuk dari mobil tersebut. Warga pun melaporkan kejadian itu ke polisi.Dengan bantuan warga, aparat polisi dari Polsek Loa Kidul pun memecahkan kaca mobil. Dan ditemukan mayat perempuan dengan posisi tertidur di jok bagian belakang dengan ciri-ciri memakai baju kaos warna pink dan celana jeans biru. Kondisi tubuhnya pun bengkak-bengkak.Mayat tersebut tanpa identitas. Hanya ditemukan kertas yang bertuliskan " Awas Sapto anda berikutnya,". Belakangan diketahui korban bernama Amanda Delvina mahasiswa semester VIII Fakultas Teknik Elektro Trisakti. Identitas diketahui, setelah adanya laporan seorang ibu bernama Ani di sebuah siaran radio di Jakarta yang kehilangan anaknya.Ciri-ciri anaknya yang hilang mirip dengan korban Amanda. Amanda menurut ibunya, tidak pulang ke rumah sejak Rabu (28/7/2004). Ibunya terakhir bertemu korban saat dia hendak pergi ke kampus.Karena tidak pulang, akhirnya orangtuanya pun melaporkan kehilangan anaknya ke Polres Jakarta Barat, Kamis (29/7/2004). Setelah mendapat informasi ada penemuan mayat, orang tua Amanda yakni Sapto dan Ani langsung meluncur ke Bandung dari kediamannya di Villa Bintaro Regency, Jalan Irian II No 6 Tangerang, Banten. Sembari membawa foto anaknya, Sapto Hartoyo membenarkan mayat yang berada di RS Hasan Sadikin itu adalah anaknya. Setelah mendapat persetujuan dari orangtuanya, jenazah Amanda pun diotopsi. Hasil otopsi yang dilakukan oleh dr Mun'im Idris pada pukul 03.00 WIB pagi tadi menyebutkan, ditemukan bekas penganiayan di sekujur tubuh berupa memar dan jeratan di leher korban. Memar itu akibat benda tumpul di sekitar kepala dan lengan. Sedangkan yang menjadi penyebab kematian adalah jeratan di leher korban.Sapto, orang tua Amanda mengaku tidak punya musuh. Dirinya terakhir bertemu dengan Amanda sesaat sebelum Amanda pergi kuliah. "Saya tidak punya musuh. Pembunuhan ini terencana saya minta diusut tuntas," kata Sapto. Setelah dilakukan otopsi, kemudian jenazah Amanda pagi tadi dibawa ke rumah duka di Jakarta di rumah orang tua Amanda. Kasus ini pun kemudian diserahkan ke Polres Jakarta Barat untuk penyidikan selanjutnya.Melihat korban yang tewas di mobilnya, diduga dia dibunuh oleh orang yang kenal dengan Amanda. Pembunuhan dilakukan secara profesional dan terencana, karena pelaku sama sekali tidak menyentuh barang di dalam mobil ataupun mengambil sesuatu yang berharga dari korban. Atas dasar itu juga kasus pembunuhan ini bermotif dendam. Tantangan bagi polisi untuk mengusut tuntas kasus ini. (mar/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads