"Lebih bijaksana Alex bisa menahan diri, Alex kan disebut terima dana dalam pembangunan wisma atlet," ujar peneliti Pukat UGM, Oce Madril saat dihubungi detikcom, Rabu (14/2/2012).
Menurut Oce, Alex memang memiliki hak politik untuk mencalonkan diri dalam Pilgub DKI. Tetapi ada persoalan moralitas karena nama Alex disebut-sebut terlibat dalam pembangunan wisma atlet. Mindo Rosalina Manulang saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tipikor menyebut Alex bersama sejumlah pejabat daerah lainnya meminta jatah proyek wisma Atlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oce juga mengingatkan agar partai politik lebih cerdas menyiapkan kadernya yang akan diusung dalam pemilukada. Partai jangan hanya berfikir pragmatis memilih calon yang memiliki kekuatan modal, popularitas tetapi cacat secara moral dianggap tidak penting.
"Partai sebaiknya pilih yang tidak punya track record buruk, dipilih calon yang benar-benar bersih," katanya.
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin mengaku siap untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta. Bahkan Alex berani sesumbar jika dalam tempo 3 tahun Jakarta tidak bebas macet dan banjir, dia siap mundur. Alex bahkan merasa popularitasnya kian meroket saat disebut-sebut dalam kasus kasus suap Wisma Atlet
"Saya justru senang dengan pemberitaan, karena popularitas saya jadi naik," kata Alex, Selasa 14 Februari 2012 kemarin.
(did/nvt)










































