"Memang terjadi peningkatan aktivitas dibanding evaluasi mingguan pada satu pekan sebelumnya, terutama pada gempa multiphase. Namun statusnya masih tetap aktif normal," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah, Selo, Boyolali, Tri Mujianto kepada wartawan, Selasa (14/2).
Tri memaparkan, dari tanggal 5 hingga 11 Februari 2012, tercatat 5 kali guguran, 125 kali gempa Multiphase (MP), 3 kali gempa tektonik, dan 11 kali gempa vulkanik dangkal. Sedangkan pada 29 Januari hingga 4 Februari 2012, terjadi 5 kali guguran, 12 kali gempa tektonik, 18 kali gempa MP, dan satu kali gempa vulkanik dangkal. Sedangkan kegempaan tanggal 12-14 Februari, masih dalam pendataan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terpisah, Camat Selo, Subiso, mengaku belum mendapat laporan dari masing-masing kepala desa di lereng Gunung Merapi, sehingga belum terpantau adanya kegelisahan warga. Namun warga dihimbau lereng Merapi tetap waspada. Termasuk yang harus selalu diwaspadai adalah tanah longsor dan banjir lahar dingin di musim penghujan seperti sekarang.
(mbr/try)











































