Protes Trayek Baru, 50-an Sopir Angkot di Padang Mogok

Protes Trayek Baru, 50-an Sopir Angkot di Padang Mogok

- detikNews
Jumat, 30 Jul 2004 17:57 WIB
Padang - Sekitar 50 sopir angkutan kota (angkot) jurusan Pasar Raya-Pengambiran dan Pasar Raya-Kampung Jua Padang, Sumatra Barat (Sumbar) mogok. Mereka memprotes pemindahan trayek oleh Pemkot Padang dan menuntut agar preman yang sering melakukan pungli dibersihkan. Aksi mogok yang dimulai bertepatan dengan waktu bubaran sekolah ini, menimbulkan keresahan di kalangan pelajar karena harus mengeluarkan biaya ekstra untuk ojek dan taksi. Aksi mogok tersebut dipusatkan di depan kantor Wali Kota Padang, Jl. Imam Bonjol, Jumat (30/7/2004). Sementara, angkot mereka diparkir di sepanjang Jl. M Yamin, sehingga terpaksa diblokir oleh Lantas Poltabes Padang guna menghindari kemacetan.Dalam aksinya, para sopir itu tidak melakukan orasi. Mereka hanya berkumpul dan mengutus lima orang wakilnya menghadap Wali Kota Padang, Fauzi Bahar. Namun, kelimanya hanya diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Muchlis Sani. "Kebijakan Pemkot memindahkan trayek dengan melewati Jl. Sandang Pangan sangat merugikan sopir. Di samping jauh, penumpang juga sangat minim. Apalagi, banyak warga yang belum tahu angkot lewat di sana. Apalagi, kebijakan ini tidak pernah disosialisasikan kepada sopir. Pihak perhubungan hanya main kasar dengan memaksa sopir menuruti kebijakan Pemerintah," ujarKetua Organisasi Pengemudi Pengambiran Yulizon. Yulizon mengancam, bila tidak dikembalikan ke trayek lama, mereka akan terus melakukan mogok. Apalagi, lanjutnya, di trayek baru tersebut banyak preman yang memeras sopir. Untuk itu, mereka terpaksa memberi uang Rp 500- Rp.1000 sekali lewat. "Jika tidak diberi, mereka mengamuk dan mobil disiram dengan air sisa penjualan ikan. Tidak sedikit sopir yang lewat di sana jadi korban pemerasan dan pemukulan preman," ujar Yulizon.Menanggapi tuntutan para sopir tersebut, Sekda Kota Padang Muchlis Sani mengatakan pihaknya akan segera menertibkan preman dan pedagang yang menghambat lalu lintas di Jl. Sandang Pangan tersebut. Namun, ia tidak dapat mengabulkan permintaan sopir tersebut agar kembali ke trayek lama. "Pembukaan jalur ini sudah komitmen Pak Wali Kota," demikian Muchlis sani. (asy/)


Berita Terkait