Bayi laki-laki berumur 4 hari yang belum diberi nama tersebut, merupakan buah hati pasangan Sunarji dan Supriati, warga Binjai, Kabupaten Langkat. Sedangkan bayi perempuan berusia 20 hari itu adalah anak pasangan Hasiholan dan Ferdinawati Sihite, warga Bahung Kahean, Kecamatan Dolok Batu Naga, Kabupaten Simalungun.
Kedua bayi kini menjalani perawatan intensif di ruang perinatologi, lantai 2, RSUP Haji Adam Malik. Tim medis menempatkan bayi di box khusus dan mendapat bantuan pernafasan. Kakek bayi perempuan, Muchtar, mengatakan kelahiran cucunya berjalan normal atas bantuan bidan desa. Tidak ada tanda-tanda keanehan selama cucunya masih dalam kandungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Direktur RSUP Haji Adam Malik, dr Azwar Azmi menjelaskan, proses pembentukan dinding perut kedua tidak sempurna saat dalam kandungan (Ompalochele).
"Bisa faktor genetik atau akibat bayi tidak mendapat asupan gizi saat dalam kandungan. Akibatnya, pembentukan seluruh organ tubuh bayi tidak sempurna," jelas Azwar.
Kedua bayi lahir dari keluarga kurang mampu dan menggunakan Jamkesmas untuk membiayai perawatan di rumah sakit tersebut.
(rul/vit)











































