Inisiatif Pengiriman Pasukan Islam ke Irak Jangan dari AS
Jumat, 30 Jul 2004 16:39 WIB
Jakarta - Pembentukan 'pasukan Islam' dinilai sebagai usulan yang baik untuk menciptakan stabilitas di Irak. Tapi inisiatif pembentukan pasukan Islam harus berasal dari negara-negara Islam sendiri, bukan dari Amerika Serikat (AS).Pendapat ini disampaikan Ketua Harian Presidium KAHMI Asri Harahap menanggapi rencana AS untuk membentuk pasukan Islam guna menjaga keamanan di irak."Semua kan berkepentingan untuk menjaga keamanan di Irak. Jadi jangan yang terjadi adalah hal yang sebaliknya. Oleh karena itu pendekatan-pendekatan yang dilakukan harus pendekatan Islam, bukan pendekatan kekerasan," kata Asri.Asri, yang ditemui seusai sebuah acara jumpa pers di kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya, Jakarta, Jumat (30/7/2004), menyatakan inisiatif pembentukan pasukan ini harus dikembalikan kepada negara-negara Muslim. "Inisiatif pembentukan pasukan ini harus dikembalikan kepada negara-negara Muslim. Baru didatangkan pasukan. Mungkin dengan pendekatan Islam bisa menjaga keamanan di Irak," ujarnya.
(gtp/)











































