Wajar saja sejumlah fraksi di DPR kemudian menggodok pergantian keanggotaan di Banggar DPR. Belasan penyidik KPK saja sudah menggeledah ruang rapat, sekretariat, dan pimpinan Banggar DPR pada Jumat (10/1) lalu. Penggeledahan tersebut dugaan suap pembahasan anggaran DPPID yang melibatkan anggota Banggar DPR dari FPAN, Wa Ode Nurhayati.
Fraksi Gerindra, misalnya, telah merumuskan pergeseran semua anggota Banggar DPR. Rotasi ini dilakukan sebagai bentuk penyegaran di internal Fraksi Gerindra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Instruksi pergeseran keanggotaan Banggar DPR bahkan dilakukan atas instruksi langsung Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Setelah beberapa waktu lalu Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengingatkan anggota DPR agar tidak terjebak kasus korupsi.
"Dan kita sudah terima perintah dari Pak Prabowo untuk masalah ini," kata Muzani.
Selain Gerindra, Fraksi Partai Demorkat juga tengah mempersiapkan perombakan keanggotaan di Banggar DPR. FPD DPR merespons instruksi SBY untuk mengadakan pembersihan internal. FPAN DPR juga sudah berencana membenahi keanggotaan Banggar DPR.
"Kita akan rombak pimpinan komisi, juga alat kelengkapan lain. Anggota di Banggar DPR juga akan dirotasi," kata Wakil Ketua FPD DPR Sutan Bhatoegana, kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).
Untuk keanggotaan Banggar DPR yang baru, FPD akan memilih kader yang bersih. Juga yang kuat imannya agar tak terlibat kasus korupsi.
"Kita akan pilih yang bersih, tegas, santun. Juga yang imannya kuat supaya amanah," kata Sutan.
Penyidik KPK menggeledah ruang Banggar pada Jumat (10/2) sejak pukul 10.00 WIB. Selain menggeledah ruang Banggar, penyidik juga menggeledah ruang kerja Wa Ode Nurhayati di lantai 19 Gedung Nusantara I DPR. Belasan penyidik KPK baru keluar dari ruang Banggar sekitar pukul 21.15 WIB.
Belasan penyidik itu membawa sejumlah barang bukti seperti enam kardus berisi dokumen, dua handphone, kaset rekaman, alat rekam, satu unit LCD, satu tas laptop, dan satu CPU. Selain itu satu unit Komputer Dell Studio 22 inci dan piringan CD.
Belasan penyidik keluar dari pintu samping Komisi VI DPR. Semua barang sitaan itu dimasukkan ke dalam 5 mobil milik KPK, yang sudah terparkir di halaman belakang gedung Nusantara I DPR.
(van/ndr)











































