"Timer-nya nanti kita akan mintai keterangan tapi sampai sekarang belum ketemu orangnya," kata Kasat Lantas Polresta Bogor AKP Zaenal Abidin kepada wartawan di Mapolresta Bogor, Jalan Tegar Beriman, Minggu (12/2/2012).
Zaenal mengatakan, pihaknya saat ini masih menelusuri keberadaan sang timer yang belum diketahui identitasnya itu. "Menurut informasi, bus itu berhenti dulu di depan sanatorium (RSPG) karena ada timer," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang kita belum tahu berapa yang di bus Karunia Bakti, berapa yang di Doa Ibu dan berapa yang di kendaraan lain," kata dia.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan kepastian posisi masing-masing korban berdasarkan keterangan para saksi korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menghantam sedikitnya 15 unit kendaraan saat melintas di depan Hotel Cisarua Indah, yang terletak sekitar 30 meter dari lokasi terperosoknya bus. Tanpa kendali rem, bus yang dikemudikan Lukman Nur (43) itu menyeruduk ke kiri dan ke kanan bak banteng liar.
Diduga, Lukman meninggalkan penumpang ketika bus sudah mulai tidak terkendali. Bus yang mengarah ke arah bawah (Jakarta) itu kemudian melawan arus yang ke arah atas (Puncak) lalu menggelinding ke halaman parkir Bank Mandiri Mitra Usaha dan Indomaret.
Di samping halaman parkir Bank Mandiri, terdapat sejumlah lapak, termasuk pedagang bakso yang ikut tewas akibat kecelakaan tersebut. Dilaporkan, 14 orang tewas dan 44 lainnya luka-luka dalam insiden maut tersebut. Sang sopir, Lukman telah ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya melarikan diri ke Garut dan menyerahkan diri ke aparat Polres Garut.
(mei/lh)











































