Pantauan detikcom di lokasi kejadian, aparat tiba sekitar pukul 10.22 WIB, Minggu (12/2/2012). Pita garis polisi yang semula melingkari lokasi kejadian kini dicabut. Namun, di tepian jurang kecil di mana bus terperosok ke dalamnya dipasangi police line agar masyarakat waspada.
Begitu police line dibuka, warga sekitar menyerbu lokasi kejadian dan melongok-longok ke bawah jurang kecil yang bersinggungan dengan lapak pedagang bakso yang diseruduk bus. Di bawah jurang adalah taman sebuah vila. Para pemburu berita mengabadikan momen-momen tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pegawai di Vila Salendra juga membersihkan puing-puing bekas kecelakaan. Maklum saja, 'kepala' bus Karunia Bakti nyungsep vertikal di pojok halaman vila.
Pegawai vila membersihkan puing-puing berupa tiang reklame berikut papannya, perabotan milik pedagang, seng-seng serta sebuah freezer minuman ringan yang ringsek masuk ke 'jurang' ketinggian sekitar 5 meter itu. Tembok pembatas jurang dengan lantai bawah Bank Mandiri dan Vila, jebol.
Bus Karunia Bakti jurusan Garut-Jakarta menghantam sedikitnya 15 unit kendaraan saat melintas di depan Hotel Cisarua Indah, yang terletak sekitar 30 meter dari lokasi terperosoknya bus. Tanpa kendali rem, bus yang dikemudikan Lukman Nur (43) itu menyeruduk ke kiri dan ke kanan bak banteng liar.
Diduga, Lukman meninggalkan penumpang ketika bus sudah mulai tidak terkendali. Bus yang mengarah ke arah bawah (Jakarta) itu kemudian melawan arus yang ke arah atas (Puncak) lalu menggelinding ke halaman parkir Bank Mandiri Mitra Usaha dan Indomaret.
Di samping halaman parkir Bank Mandiri, terdapat sejumlah lapak, termasuk pedagang bakso yang ikut tewas akibat kecelakaan tersebut. Dilaporkan, 14 orang tewas dan 44 lainnya luka-luka dalam insiden maut tersebut. Sang sopir, Lukman, telah ditetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya melarikan diri ke Garut dan menyerahkan diri ke aparat Polres Garut.
(mei/nrl)











































