"Kita belum bisa menduga-duga berapa kecepatan yang ia gunakan saat itu. Ini masih kita selidiki dulu," ujar Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Martinus Sitompul saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/2/2012).
Berdasarkan keterangan sementara sang sopir, bus sempat berhenti di dekat RS Goenawan Saroso, Bogor untuk dicek remnya. Saat itu, kernet yang memeriksa kemudian memperbaiki rem tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa kecepatan yang digunakan sopir bus saat perseneling tiga. "Ya kita tidak bisa mengira-ngira yah, harus diuji dulu," katanya.
"Nanti kita minta keterangan dari ahli mekanik, puslabfor dan ahli kinematika untuk mengetahui berapa persisnya kecepatan yang ia gunakan," pungkasnya.
Seperti diketahui, bus Karunia Bhakti (Garut-Jakarta) yang dikemudikan oleh Lukman menghantam sedikitnya 16 kendaraan saat melintas di turunan depan Pasar Atas Cisarua, Cisarua, Bogor. Kecelakaan tersebut diduga akibat rem bus tidak berfungsi.
14 Orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara 10 lainnya mengalami luka berat dan 44 orang luka ringan.
(mei/fjr)











































