Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih

Lika-liku Pengejaran 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih

- detikNews
Sabtu, 11 Feb 2012 17:32 WIB
Jakarta - Tiga hari tidur tak teratur, tidak pulang ke rumah, bahkan lupa mandi. Itulah ungkapan para petugas saat dirinya sedang mengejar 12 tahanan kabur dari Mapolsek Cempaka Putih. Berbagai unek-unek mereka keluarkan.

Bagaimana tidak, para Satgas Khusus Polres Jakarta Pusat mendapat ultimatum dari Kapolda Metro Jaya untuk mengejar buronan tersebut dalam waktu 5 hari.

Akhirnya dalam 3 hari, ke-12 tahanan tersebut berhasil diringkus. Malah tim ini membekuk 2 tersangka lain yang ikut membantu 12 tahanan ini kabur.

"Sampai lupa mandi, lihat tuh petugas-petugas saya kucel semuanya," ucap Ketua Tim Satgas Khusus Polres Jakpus, AKBP Hengki Haryadi, di Mapolres Jakpus, Jl Salemba, Jakarta, Jumat (10/2/2012).

Cerita serupa juga dikeluarkan anggota petugas lainnya. AKP Supriyadi yang didaulat menjadi pimpinan pengejaran Ocky Inka Hariyadi di Solo, Jawa Tengah. Supriyadi mengaku ia harus mengubek-ngubek para tahanan di sekitar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Akhirnya bisa tidur tenang sekarang. Sudah lunas semuanya," kata Supriyadi usai menjalankan tugasnya.

Sosok wanita cantik juga hadir dalam tim yang dibentuk oleh Kapolres Jakarta Pusat. Ia adalah Ipda Tika Puspita yang berperan menjemput Risti, istri Ocky. Wanita usia 20 tahun ini juga ikut dalam pengejaran para tahanan yang kabur itu.

"Tidur baru satu jam, terus tiba-tiba disuruh ke Solo. Tapi memang inilah tugas kita," ucap Tika sumringah usai bertugas.

Keberhasilan tim Satgassus dalam meringkus 12 tahanan yang kabur menuai apresiasi. Bahkan, Satreskrim Polres Surakarta mengaku heran bagaimana cara tim menangkap para penjahat di beberapa tempat.

"Kok bisa menangkap 12 tahanan itu dalam 3 hari? Ajari kita dululah," puji Kasat Reskrim Polres Surakarta, Kompol Edy Suranta Sitepu saat ditemui di Mapolres Surakarta, Jl Adi Sucipto, Solo, Jateng.

Menurutnya, menangkap tahanan yang berlarian hingga ke luar pulau merupakan hal yang tak mudah. Ia juga memberikan apresiasi saat satgas gabungan menangkap otak kaburnya para tahanan di sebuah desa terpencil di daerah Solo.

"Itukan tidak mudah, bagus sekali bisa menangkapnya," ucapnya.

(gus/gah)


Berita Terkait