Anak sulung korban Piat, Asur (17), mengamuk karena tak kuasa kehilangan ayahnya yang kembali dalam kondisi sudah tak bernyawa. Sejumlah tetangga harus turun tangan menenangkan Asur yang terus mengamuk dan berteriak.
" Asur memang sangat kehilangan ayahnya," ujar Kholidin (30) paman korban Piat, Sabtu (11/2/2012), kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada firasat kepada keluarga, namun diakui Kholidin, saat berpamitan ia melihat wajah Piat begitu cerah dan ceria. Piat langsung menuju terminal Guntur Garut dan naik bus maut Karunia Bakti.
"Tidak ada firasat sama sekali sehingga ketika mendapat kabar Piat terkena musibah, kami sangat terpukul," ungkapnya.
Menurut Kholidin, setelah dipulasara, jenazah disemayamkan dan sore ini baru akan dikebumikan dipemakaman keluarga di Kampung Cibuntu.
"Sore ini baru kita semayamkan ", singkatnya
Piat, Meninggalkan seorang Istri, Minar (32) dan 3 orang anak masing-masing, Asur (17), Adin (12) dan Mira (1,5).
(gah/gah)











































