"Memang itu dari kemarin sore sudah ada gejala. Warga nggak terima terus demo. Mereka sweeping penumpang yang turun dari pesawat," kata Kepala Bandara Tjilik Riwut, Norman Dani, saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/2/2012).
Norman menjelaskan kedatangan anggota FPI dan Ketua Umum FPI Habib Rizieq kurang mendapat respon positif. Pihak MUI Palangkaraya sebenarnya juga sudah melarang kedatangan Rizieq dan anggotanya untuk mencegah hal-hal yang buruk terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak keamanan bandara pun kalang kabut menghadapi emosi warga yang kurang lebih berjumlah 700 orang. Keamanan bandara berusaha menenangkan warga dengan segala cara termasuk meminta pihak maskapai agar tidak mendaratkan Rizieq dan anggotanya ke Palangkaraya.
"Dari airlines juga menerima itu dan akhirnya divert di Banjarmasin. Kita kan nggak mau terjadi bentrokan dan kerusakan," ungkapnya.
Kurang lebih 2,5 jam, akhirnya warga membubarkan diri. Warga diumumkan kalau Rizieq dan anggotanya tidak jadi mendarat di Palangkaraya. Tokoh masyarakat yang berdemo pun membuat surat pernyataan maaf atas kejadian tersebut.
"Selesai sudah pukul 11.30 Wita bubar. Kita calling Banjarmasin kalau di sini sudah bubar dan sudah bikin pernyataan maaf," katanya.
Selama 2,5 jam itu pula, operasional Bandara Tjilik Riwut pun terganggu karena warga masuk ke area apron. Setelah membubarkan diri, bandara kini sudah berjalan normal.
(gus/gah)











































