Soal VCD Pro Mega, Polri Tak Akan Periksa Iluni

Soal VCD Pro Mega, Polri Tak Akan Periksa Iluni

- detikNews
Jumat, 30 Jul 2004 14:38 WIB
Jakarta - Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar menegaskan kepolisian tidak akan memeriksa Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) terkait beredarnya VCD pro Mega.Pemeriksaan lebih pada intenal. "Saya lebih pada internal ke dalam sehingga untuk tindakan-tindakan terhadap orang-orang lain, saya kira tak perlu dibesar-besarkan. Jadi tindakan itu sebagai pertanggungjawaban saja. Mari kita buka saja, karena ini masalah kita bersama," kata Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/7/2004).Berita soal VCD Polri mendukung Mega ini telah heboh sejak Minggu (25/7/2004). Adalah Iluni Jakarta yang membuka tabir mengenai dukungan Polri dalam pilpres putaran pertama lalu. Iluni menyimpulkan dengan VCD itu menunjukkan Polri berupayakan memenangkan Mega-Hasyim. Mereka juga meminta agar Kapolri mundur terkait kasus ini. Lebih lanjut Kapolri menyatakan, pencopotan Kapolwil Banyumas merupakan langkah introspeksi dan korektif. "Tetapi kita belum peroleh hasil seluruhnya dari tim yang sedang bekerja. Sementara ini, pemeriksaan petugas di daerah masih terus dijalankan. Tetapi setidaknya, kita sudah memberi jawaban atas berbagai pandangan dan kesan yang ditimbulkan oleh publik terhadap VCD yang beredar itu," ungkap Kapolri.Bagaimana kalau Panwaslu menyatakan materi VCD sebagai pelanggaran?"Yang penting salah satu tindakan korektif kan sudah kita lakukan. Selanjutnya, kita masih menunggu hasil dari tim internal Polri dan juga tim Panwaslu," ujarnya."Pemeriksaaan belum tuntas, paling tidak kita lihat dulu pesan bahwa apa yang kita lihat di VCD itu adalah apa yang diucapkan oleh Kapolwil Banyumas," imbuhnya.BantahDalam kesempatan itu, Kapolri membantah telah mengeluarkan instruksi mendukung Mega kepada jajarannya."Ya jangan sepotong-sepotong. VCD-nya harus kita lihat secara tuntas. Kalau saya ingin bantah juga bisa, bahwa tidak ada perintah dari kapolri. Kita tidak berpihak kepada siapa pun karena kita kan netral. Tolong pernyataan itu jangan dibalik-balik," imbaunya. (aan/)


Berita Terkait