"Satu orang meninggal dunia atas nama Akbar, berusia 2,4 tahun," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan BlackBerry kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).
Sutopo melansir, bencana tersebut terjadi pada Jumat 10 Februari sekitar pukul 14.00 WIB tadi. Selain korban tewas, longsor yang diakibatkan hujan deras itu menimbulkan korban luka.
"Satu korban luka atas nama Ibu Yuaeroh usia 35 tahun," katanya.
Ia menambahkan, akibat longsor tersebut, satu rumah mengalami kerusakan ringan.
Sutopo melanjutkan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Aparat dibantu warga bekerjasama membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh.
"Dan warga masih mengungsi ke familinya masing-masing, sementara BPBD Jawa Barat telah memberikan sembako," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Jawa Barat, Sigit mengatakan, bencana longsor juga terjadi di Kecamatan Campaka, Cianjur, Jawa Barat. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Di Campaka tidak ada korban tewas, hanya saja ada lima belas rumah yang terkena longsoran, tetapi yang betul-betul tertimbun longsor hanya sebagian saja," kata Sigit.
Ia mengatakan, sebanyak 7 rumah tertimbun longsoran tanah dalam peristiwa tersebut. Sementara 80 jiwa mengungsi ke tenda pengungsian yang disediakan pihak Pemda Jabar dan BPBD.
"Kita sudah mendorong bantuan yang diperlukan seperti bahan makanan, tenda, dapur umum dan penerangan serta genset," jelasnya.
Saat ini, warga pengungsi belum berani menempati rumahnya yang berada di bawah tebing yang longsor. Hingga kini, mereka bertahan di tenda-tenda pengungsian.
(mei/try)











































