"Kalau memang pintu Semanggi I harus ditutup, kita meminta agar gardu di Semanggi II ditambah. Sebab kalau tidak, saya yakin akan menimbulkan kemacetan baru," jelas Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman saat dihubungi detikcom, Jumat (10/2/2012).
Dengan dihilangkannya gerbang Tol Semanggi I, kata dia, harus ada penambahan gardu di Tol Semanggi II untuk mengakomodir kendaraan yang hendak masuk ruas tol. Penambahan gardu di gerbang Tol Semanggi II tentu membutuhkan lahan lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kan ada dua gardu, sehingga nanti menjadi empat gardu. Ini tentu akan memakan ruas jalan arteri, karenanya penambahan gardu ini memerlukan pelebaran jalan," katanya.
Masalah waktu pengerjaannya, penutupan gerbang Tol Semanggi I menunggu pembebasan lahan di dekat jalan arteri. "Kepala Dinas PU akan melihat dulu status tanahnya untuk pembebasan lahan tersebut," ujarnya.
Ia melanjutkan, sebagai penambahan gardu di gerbang Tol Semanggi II ini akan mencontoh gerbang Tol Senayan. Gerbang Tol Senayan semula berada tepat di bundaran Semanggi yang turun ke bawah mengarah ke Jl Jenderal Sudirman. Kini, Tol Senayan dimundurkan beberapa meter hingga ke depan pintu keluar Hotel Sultan.
"Itu sudah selesai, merupakan prototype project kita dan di situ sekarang ditambah satu gardu lagi, sehingga seluruhnya menjadi tiga gerbang," lanjutnya.
Menurutnya tidak sepenuhnya keberadaan gerbang Tol Semanggi I menimbulkan kemacetan. Keberadaan pusat perbelanjaan di sana justru mempunyai andil terhadap kemacetan yang terjadi pada setiap jam-jam pulang kantor.
Di samping itu pertumbuhan jumlah kendaraan setiap tahunnya yang semakin meningkat. "Penambahan kendaraan dalam satu tahun itu bisa mencapai 800 ribu," katanya.
(mei/lh)











































