Putaran II, KPU Tak Pakai Perusahaan Tinta Putaran I
Jumat, 30 Jul 2004 12:59 WIB
Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak akan menggunakan jasa 4 perusahaan pengadaan tinta pemilu presiden (pilpres) putaran kedua. Selain itu, KPU mengurangi pembayaran keempat perusahaan itu masing-masing sebesar 5 persen.Demikian dikatakan Ketua Pokja Pengadaan Tinta Sidik Jari Pemilu Valina Singka Subekti dan Wasekjen KPU Sussongko Suhardjo di Kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, (Jumat 30/7/2004).Keempat perusahaan itu, yakni PT Asgarindo Utama, PT Benda Utama, PT Printcolor Indonesia dan PT Cipta Tora Utama dinilai kurang cermat dan kurang hati-hati sehingga hasilnya tidak konsisten. "KPU tidak akan menggunakan lagi pada pilpres putaran kedua," ujar Valina.Menurut Valina, pihaknya telah melakukan 3 kali uji laboratorium yang dilakukan di Laboratorium Kimia Universitas Indonesia (UI) dan Laboratorium LIPI. Uji laboratorium UI dilakukan pada 9 dan 20 Juli 2004. Sedangkan, uji laboratorium LIPI dilakukan pada 27 Juli 2004 lalu.Dikatakan Valina, uji laboratorium itu dengan mengambil sisa tinta dari Jakarta (PT Asgarindo), Jabar (PT Benda Utama), Jatim (PT Printcolor) dan Jateng (PT Cipta Tora). Dari hasil uji laboratorium, tinta yang dihasilkan keempat produsen itu sudah memenuhi komponen yang disyaratkan KPU yakni, mengandung ekstrak nabati, memenuhi syarat kesehatan dan tidak mengandung polimer.Namun, lanjut Valina, daya tahan tinta yang dihasilkan berbeda. Ada yang bisa tahan 1-3 hari, tapi ada juga yang luntur. "Ada tinta yang kinerjanya baik, tapi ada pula yang kurang baik. Artinya ada yang memenuhi apa yang diminta KPU, ada yang luntur," katanya.Di tempat yang sama, Sussongko mengatakan tidak ada pasal yang mengatur ketidaksesuaian kualitas dalam perjanjian kontrak antara KPU dengan keempat perusahaan itu. Dalam kontrak hanya disebutkan soal denda dan perselisihan."Dalam pasal itu disebutkan kalau ada perselisihan dilakukan pertemuan untuk mencapai kesepakatan. Kita sudah mengadakan pertemuan dengan para produsen. Para produsen rela tidak akan ikut lagi dalam pengadaan tinta pilpres putaran kedua. Para produsen rela pembayarannya dikurangi 5 persen," ungkapnya.
(nrl/)











































