"Caranya lewat istri saya," kata Ocky saat ditemui detikcom di Mapolres Surakarta, Jl Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2012).
Ocky mengaku beberapa alat yang dibawa istrinya yakni 4 gergaji, kunci 10, kunci 12, kunci ring pas, lilin batang, 1 tang potong, dan 1 gunting plat. Semuanya dibawa secara bertahap.
"Ditaruhnya di bagian pinggang dan paha," ujarnya.
Menurut Ocky, bukan ia otak perencanaan kabur 12 tahanan ini. Otaknya adalah Andre Julius. Andre bahkan mengiming-imingi dia uang. Andre menyuruh Ocky supaya istrinya yang membawa alat-alat tersebut agar petugas tidak curiga.
"Andre bilang kalau istri saya besuk tidak akan dicurigai karena sedang hamil. Diimingi uang juga sama Andre. Harga gergaji Rp 20 ribu dikasih Rp 60 ribu," akunya.
Ocky mengatakan, skenario pelarian ini dibuat oleh Tony Rahman, Suwardi, dan Andre Julius. Mulai Januari hingga dua minggu sebelum kabur, barang-barang yang dibawa istrinya tersebut sudah diterima Ocky di tahanan.
"Ngerjainnya dua minggu (motong teralis)," imbuhnya.
Tahanan yang menggergaji teralis yakni Suwardi, Tony Rahman, Eko Prihatin, dan Aji Tri Mulyono. Mereka menggergaji teralis mulai pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Sementara yang lain berperan mengawasi kedatangan petugas.
"Yang lain lihat-lihat keluar, takut ada petugas," ujarnya.
Setelah kerjaan menggergaji selesai, 12 tahanan ini kabur lewat dapur warung nasi padang. Ocky mengaku bukan ia yang mengancam seorang pedagang warung nasi padang tersebut.
"Bukan saya. Yang jelas diancam dan dipukul pakai stik baseball yang di warung," ungkap Ocky yang berambut pelontos ini.
Saat diwawancarai detikcom, Ocky yang mengenakan kaos putih itu hanya tertunduk lesuh. Pria berkulit sawo matang itu tengah diperiksa di ruang interogasi. Ocky yang tingginya kurang lebih 160 cm ini diperiksa sendiri. Sementara istri, Risti diperiksa di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Surakarta.
(gus/nrl)











































