Pendemo Soroti SBY di Konjen AS

Pendemo Soroti SBY di Konjen AS

- detikNews
Jumat, 30 Jul 2004 12:35 WIB
Surabaya - Sekitar 100 aktivis Front Mahasiswa Surabaya anti Intervensi Asing (Formains) berunjuk rasa ke Konjen AS di Surabaya, Jl.Dr Soetomo, Jumat (30/7/2004). Dalam pernyataan sikapnya, mereka lebih menyoroti SBY dan intervensi asing.Aksi dimulai dari Taman Bungkul, Jl.Raya Darmo. Lalu mereka longmarch sambil membawa beragam poster yang isinya kecaman terhadap AS. Dalam aksinya di Jl.Dr Soetomo sisi utara, polisi menjaga ketat.Dalam aksi itu, sempat terjadi ketegangan ketika mahasiswa mencoba membobol barikade polisi. Aksi dorong-dorongan sempat terjadi tapi tidak berlangsung lama. Mahasiswa juga membakar 2 ikat kepala bermotif bendara AS.Dalam pernyataan sikap Formains yang dibacakan oleh Deysnil, mahasiswa IAIN Sunan Ampel, meerka menyoroti sosok SBY dan Wiranto yang telah dibesarkan rezim Soeharto dan telah tercatat dalam sejarah Soeharto naik atas peran AS lewat TNI AD."Saat persoalan integrasi dan konflik horizontal seperti GAM dan Ambon, ternyata SBY yang saat itu menko polkam justru mengundurkan diri sebagai menko polkam dan turut serta dalam perebutan kekuasaan. Padahal waktu itu beberapa peristiwa di daerah masih memerlukan penanganan serius. Ironisnya SBY ikut mempropaganda kekurangan kabinet yang dia sendiri berada di dalamnya. Ini merupakan bentuk karakter seseorang yang memiliki ambisi kekuasaan yang lebih besar dengan mencari simpati rakyat dan memanfaatkan momentum yang menguntungkan dirinya," papar Formains.Hal itu, kata pendemo, menandakan kuatnya dominasi militer, mematikan hak-hak sipil dan skenario mereka dengan pihak asing di segala lini, termasuk intelijen asing yang salah satunya berkedok sebagai pemantau pemilu 2004."Semakin jelas intervenasi AS dalam transisi demokrasi, misalnya pemantau pemilu asing baru 2 hari pemilu membuat kesimpulan pemilu kondisinya bagus, ini bertujuan untuk mempengaruhi opini masyarakat," kata mereka.Setelah menyoroti figur SBY, mereka sedikit mengkritik Mega. Mega dianggap tidak terlalu memberi arti dalam perjalanan kepemimpinannya meski berhasil menstabilkan makro ekonomi. "Namun belum menjawab kebutuhan masyarakat bawah," kata Formains.Dalam yel-yelnya mereka mengimbau masayarakat mewaspadai kaki tangan asing yang berkedok reformis yang ingin merebut kekuasaan. Aksi yang digelar pukul 10.30 WIB ini berakhir 11.30 WIB. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads