Indonesia Belum Diminta Kirimkan Pasukan ke Irak
Jumat, 30 Jul 2004 11:41 WIB
Jakarta - Indonesia belum diminta untuk mengirimkan pasukan ke Irak, baik oleh pemerintah Arab Saudi maupun Amerika Serikat. Dan Indonesia hanya akan mempertimbangkan pengiriman pasukan ke Irak sebagai bagian dari pasukan pemelihara perdamaian PBB.Pernyataan ini disampaikan Juru bicara Deplu Marty Natalegawa dalam jumpa pers di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Jumat (30/7/2004), menanggapi tentang adanya pembentukan pasukan di Irak yang berasal dari negara-negara Muslim."Indonesia secara resmi belum diminta untuk mengirimkan pasukan ke Irak oleh pemerintah manapun. Pemerintah Indonesia hanya akan mempertimbangkan pengiriman pasukan seandainya di bawah payung PBB dan sebagai bagian dari pasukan pemelihara perdamaian PBB," katanya.Artinya, ujar Marty, Indonesia tidak akan mempertimbangkan pengiriman pasukan di bawah pasukan multinasional pimpinan AS. Indonesia tidak bersedia jadi pasukan pengawal bagi pasukan multinasional atau pasukan PBB."Kita lihat apa misinya. Seandainya cuma jadi pasukan pengawal atau bodyguard pasukan PBB, jelas kita tidak akan mengirim pasukan. Sebab keberadaan pasukan multinasional pimpinan Amerika pun tidak dapat menjamin keamanan di Irak," ujar Marty.Dalam kesempatan itu Marty juga menyampaikan duka cita dan mengutuk tindakan pembunuhan terhadap sandera dua warga Pakistan di Irak, dan pemboman dua hari lalu yang mengakibatkan 60 warga Irak meninggal."Kami tentunya mengutuk sekeras-kerasnya tindakan ini, dan prihatin atas keadaan di Irak yang semakin tidak terkendali. Dan semoga keamanan di Irak bisa pulih," demikian Marty Natalegawa.
(gtp/)











































