"Ini jelas berbohong, mencatut dan memeras," kata Staf Khusus Menakertrans, Faizol Reza, dalam rilis kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).
Menurut Faizol, Danny tidak pernah berbicara dengan Menakertrans untuk menghimpun Dana THR tersebut. "Masak nggak pernah ketemu dikatakan baru saja keluar ruangan menteri. Tidak pernah berbicara dengan menteri mengaku dimintai tolong menghimpun dana THR," ujarnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mencatut nama Muhaimin Iskandar, lanjut Faizol, Danny juga telah mencatut nama Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Danny juga sebelumnya mengaku Staf Khusus Presiden di era Presiden Gus Dur, namun ternyata dibantah mantan Staf Khusus Presiden Gus Dur, seperti Adhie Massardi.
Sebab menurut pengakuan Adhie, selain dirinya hanya ada dua orang yang menjadi staf khusus Gus Dur kala itu, yaitu Wimar Witoelar dan Ratih Hardjono. Muhaimin Iskandar selaku Menakertrans juga telah membantah meminta bantuan dana THR kepada Dani Nawawi.
Faizol juga merasa aneh dengan pengakuan Danny yang mendapatkan permintaan tolong dari Muhaimin. Sebab, di dalam persidangan sebelumnya, Danny yang hadir sebagai saksi untuk terdakwa (kini terpidana) Dharnawati, mengaku tidak pernah sekalipun bertemu dengan Muhaimin.
(zal/mad)











































