"Akan disempurnakan Barier (pintu koboi) di km 15+276 antara Pasar Minggu baru-Kalibata sepur hulu dan Hilir," ujar Kadaops I PT KAI Akhmad Sujadi, kepada detikcom, Jumat (9/2/2012).
Pintu koboi ini terbuat dari fiber glass dengan tebal 1 cm, panjang 1,5-2 m, dan lebar 10 cm yang dipantek pada tiang listrik. Pintu koboi ini, kata Sujadi, bakal rampung pada 29 Februari 2012 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan bagi atapers, Sujadi meminta untuk sadar atas bahaya pintu koboi. Jika membandel, pihaknya tidak bertanggung jawab.
"Risiko ditanggung sendiri bila terkena," ucapnya.
Sementara itu, soal pemasangan sapu-sapu atap untuk menghalau atapers juga terus dipasang. "Rencananya kita variasi menghalau atapers antara sapu atap dengan pintu koboi sepanjang Jakarta-Bogor," kata Sujadi.
Pintu koboi sebelumnya dipasang PT KAI pada awal Juni 201. Pintu koboi ini terbuat dari fiber glass dengan tebal 1 cm, panjang 1,5-2 m, dan lebar 10 cm yang dipantek pada tiang listrik.
Alat ini baru dipasang hanya arah kereta Bogor ke Jakarta. Pemasangan dilakukan di Stasiun Pasar Minggu, Duren Kalibata dan Tebet. Dengan alat ini, penumpang akan terkena tamparan. Menurut Sujadi, dengan alat ini, penumpang atapers berkurang hingga 45 persen.
Sebelumnya, PT KAI telah melakukan berbagai cara untuk mengusir atapers alias orang yang suka naik ke atap KRL. Misalnya saja dengan menggunakan cat semprot, anjing pelacak, ustaz dan marawis untuk merayu atapers turun dari atap kereta. Namun semuanya tak efektif mengusir atapers. Alat bola-bola beton sukses untuk menghalau atapers kereta diesel rute Cikampek-Bekasi.
(nik/mad)










































