"Kita prihatin dengan politik uang yang ada di kongres. Iklan tidak pada korupsi ganti saja yes korupsi," kata Herdie saat berbincang dengan detikcom, Kamis (9/2/2012).
Menurutnya, praktik politik uang yang terjadi saat kongres PD kedua di Bandung bukti partai berlambang bintang mercy tersebut tidak taat dengan cita-citanya sendiri dalam memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme.
"Kader yang di bawah merasa ditertawakan, diledek, dengan adanya iklan tersebut," tegas Herdie dengan nada tinggi.
Dia mengusulkan Ketua Dewan Pembina PD, Soesilo Bambang Yudhoyono, untuk mencopot Anas Urbaningrum dari kursi nomor satu PD.
"Anas harus dicopot. Jangan ada diskriminasi. Ketua Dewan Pembina harus cepat mengambil langkah, karena selama ini bebannya ada di dia (Anas), supaya kita tidak dicap koruptor," tutur Herdie yang menjabat 2006-2011.
Politikus PD di daerah yang menguak politik uang saat Kongres II PD di Bandung bertambah. Setelah Diana Maringka, eks Wakil Ketua DPD PD Sulut Bidang Kominfo, Herdie Togas, memberikan pengakuan serupa.
Uang Rp 30 juta dan BlackBerry yang digelontorkan kubu Anas, dia umpamakan sebagai uang muka menjelang hari pemilihan ketua umum PD. Selain uang dalam pecahan rupiah, para peserta, khususnya dari Sulawesi Utara, juga digelontori sejumlah uang dalam pecahan dollar Amerika yaitu sebesar US$ 7 ribu.
(ahy/vit)











































