"Awalnya mau studi banding ke China. Terus pesan tiket ke Central Tiket Travel. Yang melayani itu Chintya," ujar Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKP Iman Imanuddin, saat dihubungi detikcom, Kamis (9/2/2012).
Iman menceritakan masing-masing 15 mahasiswa ini kemudian membayar sebesar Rp 7 juta kepada Chintya. Namun di saat hari H keberangkatan, para mahasiswa ini gagal berangkat ke China. Chintya pun didatangi kembali oleh para mahasiswa. Namun Chintya masih bisa berkelit. Ia menjanjikan kembali tiket berikutnya kepada para mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chintya ternyata tidak menyetorkan uang yang diberikan para mahasiswa kepada pihak travel. Akhirnya 17 Januari, para mahasiswa ini melaporkan ke Polresta Bogor. Rabu (8/2), Chintya dibekuk.
"Dia dilaporkan penggelapan. Uangnya nggak disetorkan. Akhirnya ditangkap Rabu pukul 09.00 WIB," imbuhnya.
Selain mahasiswa IPB, Chintya juga dilaporkan seorang karyawan. Karyawan tersebut ditipu sebanyak dua kali oleh Chintya. "Satu cash satu lagi dengan kartu kredit," ucap Iman.
(gus/nvt)










































