Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Merangin, Syafri, mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (9/2/2012). Menurut Syafri, hari ini pihaknya bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, telah membentuk tim bersama untuk memburu harimau pemangsa manusia tersebut.
"Karenanya hari ini kita memasang jerat untuk menangkap harimau tersebut," kata Syafri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinas Kehutanan Merangin, mengimbau warga tidak beraktivitas sendiri. Sebaiknya, jika pergi ke ladang, hendaknya bersama-sama. Pun halnya saat menyadap karet.
"Artinya, kalau menyadap karet sebaiknya dikerjakan bersama-sama. Kalau dari satu lokasi sudah selesai, dilakukan penyadapan karet ditempat yang lain. Ini guna mengantisipasi bila harimau masuk lagi ke perladangan warga," kata Syafri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harimau menyerang dua warga Merangin. Seorang korban bernama Mardi (42), sementara seorang lainnya belum diketahui identitasnya. Mardi selamat setelah berhasil memanjat pohon.
"Tapi kaki kirinya sempat dicakar harimau. Saat ini dia masih dirawat di RS setempat," kata Syafri.
Dua minggu sebelumnya, seorang warga juga diterkam harimau. Ia tewas, separuh organnya disantap karnivora ganas tersebut. Belum diketahui, apakah dua warga itu diserang harimau yang sama. Namun dipastikan harimau tersebut liar, tidak berasal dari TNKS.
(try/nvt)











































