Hal itu dituturkan oleh istri Hasan, Hotimah (41) saat jumpa pers di gedung LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta, Kamis (9/2/2012). Kejadian bermula saat Hasan ditangkap pada tanggal 9 November 2011 lalu. Ia ditangkap saat sedang mangkal menunggu penumpang di Lapangan Banteng.
"Waktu ditangkap dia dituduh sebagai Lala, gara-gara kasus pencurian. Padahal KTP dan tanda pengenal lainnya menuliskan nama suami saya adalah Hasan Basri," ujar Khotimah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suami saya dituduh mencuri sebuah mobil APV, laptop dan telepon genggam. Katanya kejadiannya berlangsung pada malam hari jam 20.00, padahal pada hari dan jam itu, suami saya ada dirumah," kata Khotimah.
Berdasarkan keterangan polisi, Khotimah menceritakan suaminya tertangkap karena fotonya mirip pelaku pencurian yang bernama Lala. Foto itu didapatkan oleh penyidik kepolisian dari 1 tersangka pencurian yang ditangkap.
Tersangka yang ditangkap itu bernama Reza alias Pasha. Reza merupakan 1 dari 5 kawanan perampok yang beraksi di Kemayoran pada tanggal 14 Oktober itu. Dari tangan Reza, polisi mendapatkan 1 buah foto, dalam foto itu ada muka Lala yang mirip dengan Hasan Basri.
"Karena mukanya mirip si Lala, suami saya langsung ditangkap polisi. Padahal suami saya sudah bilang, kalau dirinya bukan Lala dan tidak kenal si Reza ataupun Lala," ujarnya.
Alhasil, Hasan Basri pun dikurung dalam sel sejak tanggal 9 November 2011 hingga hari ini. Khotimah bersama LBH Jakarta berencana mengajukan pra peradilan kepada pihak Polres Jakarta Pusat dan pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat terkait kasus yang diduga salah tangkap.
(lh/lh)











































