PT KAI Siap Perbaiki Mesin Kartu Commet yang Rusak

PT KAI Siap Perbaiki Mesin Kartu Commet yang Rusak

- detikNews
Kamis, 09 Feb 2012 12:10 WIB
 PT KAI Siap Perbaiki Mesin Kartu Commet yang Rusak
Jakarta - Pelanggan KRL Commuter Line yang tergabung dalam komunitas KRL Mania mengeluhkan adanya mesin kartu Commet (Commuter Electronic Ticket) yang rusak di beberapa tempat antara lain Stasiun Sudirman. PT KAI siap memperbaiki mesin tersebut.

"Kita akan perbaiki," ujar Sekretaris Perusahaan PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Makmur Syaheran, kepada detikcom, Kamis (8/2/2012).

Menurut Makmur, KRL Mania bisa memberitahukan nomor gate kartu commet dan nomor kartu commet yang rusak. Hal ini akan mempermudah pihaknya memperbaiki.

"Kan semua proses di mesin kartu commet terekam di kami. Kartu nomor berapa yang gagal transaksi itu bisa ditelusuri," kata Makmur.

Makmur menambahkan, mesin kartu commet juga harus diperlakukan secara wajar. Jika berlebihan, maka gate tidak akan terbuka.

Sementara itu, bagi penumpang langganan kartu commet, Makmur mengimbau agar masuk dan keluar melewati mesin tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ujicoba yang dilakukan PT KAI apakah berlangsung lancar.

"Memang sekarang belum kewajiban. Tapi disarankan masuk dan keluar lewat situ," tutur Makmur.

Sebelumnya, KRL Mania menulis surat kepada Direktur Utama PT. KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Rabu (8/2) kemarin. Surat ditembuskan pada Presiden RI, Wapres RI, Menteri BUMN, Menteri Perhubungan, Direktur Jenderal Kereta Api, Direktur Utama PT KAI, Kepala UKP4, Komisi V DPR RI, dan masyarakat serta media.

Komunitas itu menilai terdapat ketidaksiapan di semua sisi terhadap ujicoba kartu Commet, yaitu:

1. Minim informasi: Begitu minimnya informasi yang bisa didapat penumpang dan amat kurangnya sosialisasi yang dilakukan KCJ di lapangan. Dari komunikasi pribadi ke beberapa pejabat KCJ, juga tampak informasi yang berbeda-beda.

2. Ketidaksiapan Sumber Daya Manusia: Petugas di lapangan (baik KCJ maupun perusahaan rekanan) tampak sekali tidak siap. Mereka tidak bisa memberikan penjelasan yang memadai dari segi teknis ketika ditanya soal pemakaian maupun masalah yang ditemui, misalnya detail aturan tarif, cara isi ulang, cara refund, prosedur penyelesaian kasus kesalahan transaksi (dispute transaction) dll.

3. Ketidaksiapan/ketidakhandalan alat: Sejak hari pertama, banyak sekali laporan terkait Commet, misalnya: kerusakan mesin/kartu, lamanya waktu identifikasi kartu, tidak terbacanya kartu, pesan kartu bermasalah tanpa kejelasan penyelesaian dari petugas sampai adanya pemotongan pulsa dengan nilai yang tidak wajar (misalnya Depok Baru – Sudirman sebesar Rp. 18.000). Ketika dikonfirmasikan ke beberapa pejabat KCJ, jawaban mereka: ini baru ujicoba. Ini mencurigakan karena pada minggu lalu masih terdapat pengumuman tender perbaikan mesin Commet di website KCJ.



(nik/nrl)


Berita Terkait