Ke-22 buku itu diluncurkan tepat pada puncak peringatan HPN 2012 yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis (9/2/2012) siang di gedung DPRD Jambi. Buku-buku tersebut sekaligus menjadi suvenir bagi hadirin acara ini.
Dari 22 buku itu, sebanyak 14 buku ditulis oleh wartawan nasional, dua buku karya wartawan Jambi, satu buku kumpulan tulisan wartawan dari berbagai daerah, empat buku karya praktisi periklanan, dan satu buku dari Serikat Perusahaan Surat Kabar (SPS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun dari kalangan praktisi periklanan, Sutedjo Hadiwasito menampilkan karyanya Adcetera: Kumpulan Tulisan Periklanan dan Komunikasi Pemasaran, Sutedjo Hadisuwito & Bekti Gojagie: Mengintip Dunia Iklan Via Novel. Selain itu, Adhy Trisnanto menyumbangkan karyanya Cerdas Beriklan dan Adnan Iskandar dengan karyanya Pengakuan Jujur Seorang Praktisi Periklanan.
Acara HPN 2012 digelar secara meriah. Segala penjuru kota Jambi diramaikan dengan baliho-baliho peringatan HPN. Berbagai acara telah digelar sejak beberapa hari lalu. Hari Minggu lalu misalnya digelar Fun Bike. Rabu (8/12/2012) kemarin juga digelar Konvensi Media Massa yang menghadirkan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Ketua KEN Chairul Tanjung.
HPN diperingati setiap tahun pada 9 Februari sejak dikeluarkannya Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto. HPN ditetapkan berdasarkan usulan dari hasil Sidang ke-21 Dewan Pers di Bandung, Jawa Barat, pada 22 Februari 1981. Usulan Dewan Pers tersebut sebagai tindaklanjut dari cetusan kehendak masyarakat pers Indonesia yang tercantum dalam satu butir keputusan Kongres ke-28 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Padang, Sumatera Barat, pada 1978.
Mulai tahun ini, PWI merangkul semua komponen pers untuk ikut ambil bagian dalam peringatan HPN. Karena, HPN pada hakekatnya ialah milik semua komponen pers dan masyarakat luas.
(asy/lh)











































