Pantauan detikcom, Kamis (9/2/2012), petugas Polsek Cimanggis, Sukmajaya, dan Polresta Depok, sibuk mengatur lalu lintas di Persimpangan 6 di Kawasan Jalan Raya Jakarta - Bogor, Cisalak. Kendaraan tampak menumpuk.
"Ya, bagaimana lagi. Kalau tidak diatur, kendaraan mungkin malah nggak bisa jalan," ujar petugas di Persimpangan Gas Alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sarana pendukung di tol Cijago, minim. Akses jalan keluar belum memadai. Padahal kendaraan yang menuju dan keluar dari tol, sangat melimpah. Jembatan penyeberangan orang dan sepeda motor juga belum tersedia. Waktu tunggu di lampu atur jalan jadi lebih lama dibanding biasanya.
Untuk penanda pengalihan arus lalin dari Jalan Gas Alam agar tidak langsung masuk ke Jalan Raya Jakarta - Bogor menuju ke Jakarta, hanya dipasang beberapa bilah bambu yang diikat di separasi jalan. Akibatnya, pengguna bisa menerjang seenaknya.
"Ya, kita harus pelan-pelan memberikan pengertian tentang adanya perubahan arus jalan, ada warga yang protes. Tidak bisa main tegur saja apalagi ditindak," ujar seorang anggota polisi kepada detikcom ketika saat melihat pengendara yang melawan arus.
(try/nrl)











































