"Kondisi awalnya gondola itu normal. Karena ada angin kencang jadi tidak mampu menahan beban. Belum ada technical error, kita belum sampai ke sana. Masih bersifat faktor alam," kata Kapolsek Setiabudi, Kompol Hendra, saat dihubungi detikcom, Kamis (9/2/2012).
Hendra mengatakan ada suatu komponen di gondola tersebut yang tidak mampu menahan beban itu. Sehingga perlu pengukuran terhadap komponen itu layak pakai atau tidak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hendra, sudah 4 saksi yang diperiksa terkait jatuhnya gondola tersebut. Sementara 1 korban bernama Aang Amsari (31) yang sempat tersangkut di gondola, masih dirawat di RS MMC. Sedangkan korban yang lain, Aben Naizer Ndapa (23), sudah pulang ke rumah.
"Jadi itu korban yang tersangkut ada satu. Si Aben itu pegawai gedung. Dia mau nyelamatin Aang jadi harus memecah kaca gedung hingga tangannya terluka. Dia sudah pulang ke rumah cuma tangannya yang luka," jelasnya.
Seperti diketahui, gondola tersebut jatuh dari lantai 23 Multivision Tower pada Rabu (8/2). Saat itu ada pembersih gedung, Aang, di dalam gondola tersebut. Aang pun sempat tersangkut di gondola hingga akhirnya Aben menyelamatkannya sebelum gondola tersebut jatuh.
(gus/nvt)










































