"Enggak ada, enggak ada itu. Itu hanya keprihatinan pendiri terhadap situasi," jelas Mubarok saat dihubungi detikcom, Kamis (9/2/2012).
Mubarok menjelaskan, aturan suksesi di PD diatur dalam anggaran dasar dan rumah tangga. Kalau hanya kumpul-kumpul, tentu tidak mungkin berujung kepada suksesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarok yang juga ketua tim sukses Anas saat Kongres PD di Bandung pada 2010 ini kembali menepis tudingan ada permainan uang dalam pemilihan lalu. Pengakuan yang muncul belakangan dari sejumlah kader di daerah dinilainya ada yang mengompori.
"Itu ada yang mengorganisir, karena ada rivalitas. Ya banyaknya orang dari luar," tuding Mubarok.
(ndr/nrl)











































