Sejumlah anggota Dewan Pembina PD memang terus menyarankan Anas mundur dan fokus pada penuntasan kasus Nazaruddin. Anggota Dewan Pembina PD Ventje Rumangkang misalnya meminta Anas bersikap ksatria mundur demi cinta kepada PD.
Sementara anggota Dewan Pembina PD Ajeng Ratna Suminar bahkan berani menyebut adanya nama-nama pengganti Anas. Lain lagi anggota Dewan pembina PD Hayono Isman yang pertamakali menyarankan Anas mundur. Hayono bahkan menuding Anas tak optimal memimpin PD sehingga popularitas PD terus turun dalam delapan bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pernyataan yang keliru yang disampaikan Hayono Isman dari sisi organisasi. Hayono selaku dewan pembina jangan terlalu banyak omong. Biarkan DPP bekerja lebih intens. Karena perintah Ketua Dewan Pembina bahwa semua pihak harus menghormati proses hukumnya," tutur Irfan kepada detikcom, Rabu (8/2/2012).
Irfan kembali mengingatkan bahwa Ketua Umum PD sampai saat ini masih Anas Urbaningrum. Tak ada alasan bagi anggota Dewan Pembina PD untuk terus mendiskreditkan Anas.
"DPP hal ini dalam hal ini nahkodanya Anas Urbaningrum. Selaku kader PD saya mempertanyakan Hayono Isman yang tak lain sebagai anggota DPR RI dari PD. Kunjungan konstituen itu pun tak pernah dia lakukan. Hayono Isman memperkeruh suasana. Buruk rupa cermin dibelah. Yang buruh kinerjanya dia kemudian menyalahkan orang lain," protes Irfan.
Irfan bahkan berani meminta kepada Presiden SBY untuk mengevaluasi anggota Dewan Pembina yang terus menyudutkan Anas. "Ketua Dewan Pembina agar mengevaluasi Hayono Isman dan anggota dewan pembina lain yang tidak sesuai arahan SBY. Kondisi terbaik saat ini adalah menahan diri,"tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Hayono yang pernah meminta Anas mundur mengungkit turunnya citra PD selama delapan bulan terakhir. Hayono pun mengimbau Anas memimpin DPP segera melakukan penyelamatan partai. Kalau tidak, maka penyelamatan partai akan diambil alih oleh Dewan Pembina PD.
"DPP kita pantau dan hasil survei selama delapan bulan kita sudah turun hampir delapan poin. DPP harus segera ambil langkah penyelamatan caranya bagaimana terserah DPP jangan sampai di bawah 10 persen," tegas anggota Dewan Pembina PD Hayono Isman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/2) lalu.
Hayono mengatakan pernyataan Ketua Dewan Pembina PD SBY terkait penurunan elektabilitas PD dari berbagai survei adalah sebuah instruksi untuk DPP. "Kalau tidak ada tindakan konkrit bisa menurun terus dan masalah ini diserahkan pada DPP kalau DPP tak mampu maka Dewan Pembina turun tangan," jelasnya.
Menurut Hayono jika elektabiltas partai sudah turun akan sulit untuk bangkit kembali. Hayono sendiri menilai batas psikologis penurunan elektabilitas partai adalah 10 persen. "Kita harapkan DPP cari solusinya. Kalau DPP membiarkan terus maka tidak bertanggungjawab namanya," katanya.
(van/gun)











































