Pasar, Pedagang dan Preman

Pindah Pasar di Palembang

Pasar, Pedagang dan Preman

- detikNews
Jumat, 30 Jul 2004 05:00 WIB
Palembang - Tampaknya kehidupan para pedagang sayur di Palembang tidak lepas dari cengkraman preman. Kepindahan para pedagang sayur ke Pasar Induk Jakabaring ini tidak lepas dari campur tangan preman.Dari 1950-an hingga 1970-an, pasar pagi yang mempertemukan para pedagang sayuran di Palembang pertama kali dilakukan di kawasan 16 Ilir bagian laut atau di dekat Sungai Musi. Lalu karena keamanan, yang mana banyak preman yang "merajai" pasar dibandingkan para pedagang dan penyalur sayuran, pasar sayuran itu dipindahkan ke 13 Ilir.Awalnya kondisi di 13 Ilir cukup aman dan tenang. Tapi lama kelamaan preman kembali menguasai pasar."Saat itu hampir setiap malam terjadi perang preman. Saling tusuk, bacok," kata Buyung, seorang pedagang sayuran, kepada detikcom, di Pasar 16 Ilir, sehari sebelum pindah ke Pasar Induk Jakabaring.Puncaknya kata Buyung terjadi perang antarpreman di 13 Ilir dan 14 Ilir. "Perang cuko parah. Banyak warga biasa yang mati atau terluka karena cuko parah itu," kata Buyung.Akibatnya pada Juni 1983 pasar itu dikembalikan ke Pasar 16 Ilir, tapi lebih menjauh dari tepian Sungai Musi atau di sekitar pertokoan."Nah, di pasar ini sebenarnya tidak ada gangguan preman. Semua preman sudah sadar. Tapi kami ini menghadapi pemerintah yang kejam," katanya.Maka sejak 28 September 2004 kemarin para pedagang sayur pindah ke Pasar Induk Jakabaring. Aksi protes mereka ke kantor Walikota dan DPRD Sumsel tidak dapat menunda kepindahan mereka ke Jakabaring. Lalu sejumlah preman pun mengancam para pedagang jika tidak mau pindah.Dan, di lokasi baru ini seorang preman yang dikatakan sudah sadar yakni Toyib, ditunjuk pemerintah kota Palembang menjadi kepala keamanan.Kini tinggalah los-los kosong yang ditinggalkan para pedagang di Pasar 16 Ilir. Sejumlah polisi pamong praja dan meliter terus berjaga. Mereka berjaga jangan sampai pedagang kembali ke lokasi yang kabar burungnya akan dijadikan sebuah hotel. (nrl/)


Berita Terkait