Dua kali rekonstruksi yang dilakukan di Stadium, Selasa (7/2) siang dan Upstairs Cikini, Rabu (8/2) pagi, dilakukan tanpa mengundang media dan terkesan disembunyikan.
"Tidak ada yang disembunyikan, hanya saja agar rekonstruksi berjalan lancar. Nanti hasilnya akan kita sampaikan," kata Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu mungkin salah satu pertimbangan penyidik, kapan tepatnya waktu rekonstruksi dan kemarin dilaksanakan," katanya.
Sementara itu, Rikwanto menjelaskan alasan mengapa pihaknya tidak mengundang media dalam proses rekonstruksi itu. "Kan tidak harus memberitahukan media," kata dia.
Namun ia berjanji, dalam proses rekonstruksi kecelakaan lalu lintasnya, pihaknya akan mengundang media untuk meliput jalannya kegiatan tersebut.
"Nanti untuk yang rekonstruksi kecelakaannya kita kabari," ujarnya.
Bahkan, Efrizal selaku kuasa hukum Afriyani juga tidak mendampingi proses rekonstruksi kliennya. Terkait hal itu, Rikwanto mengatakan bahwa penyidik telah menginformasikan rencana rekonstruksi itu kepada Efrizal.
"Dikasih tahu, cuma tidak berapa lama setelah diadakan rekon. Kan kemarin katanya bannya bocor, sehingga telat," ujarnya.
Ia juga membantah bahwa proses rekonstruksi dilakukan secara mendadak. Menurutnya, penyidik telah mengagendakan rekonstruksi tersebut sebelumnya.
"Tentu mereka sudah jadwalkan sejak lama, cuma pas harinya kebetulan kemarin waktu yang pas. Itu tergantung teknisnya dari Ditnarkoba," jelasnya.
Lalu, mengapa rekonstruksi di Stadium didahulukan dari pada di Upstairs Cikini, mengingat Afriyani cs berangkat ke Cikini sebelum ke Stadium?
"Dalam membuatan film juga tidak dibuat harus mengurut seperti itu, tapi potongan-potongan kejadian akan tetap diurut," pungkasnya.
(mei/gun)











































