Kedua pilot ini tengah diperiksa mengenai peran masing-masing dalam keterlibatan narkoba jenis sabu.
"Sekarang sedang dikembangkan dan diperiksa lebih lanjut peran masing-masing dan asal barangnya," ujar Kabag Humas BNN Sumirat saat dihubungi detikcom, Rabu (8/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saiful tadinya berencana akan menerbangkan pesawat pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya.
Saat ditangkap, Saiful tengah bersama 3 temannya. Mereka tengah bermain kartu. Hasil pemeriksaan urine, hanya Saiful yang positif mengkonsumsi sabu, 3 temannya yang lain negatif.
Sedangkan pilot Hanum Adhyaksa diciduk BNN di tempat karaoke Hotel Grand Clarion, Makassar, Selasa 9 Januari 2012, pukul 23.30 WIB. BNN menyita sabu seberat 0,3 gram yang ada di dalam saku pilot, beberapa plastik bekas sabu, dan 2 alat hisap sabu alias bong. Dari mulut Hanum inilah keluar pengakuan bahwa dia pernah nyabu bareng dengan Saiful. Kemenhub telah mencabut lisensi terbang Saiful dan Hanum.
(gus/nrl)











































