Massa datang dari 3 stasiun layang yang ada di Jakarta, yaitu Stasiun Juanda, Stasiun Gondangdia, dan Stasiun Cikini. Mereka melakukan longmarch dan bertemu di Tugu Tani serta melanjutkan ke titik aksi di Kantor BUMN, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2012).
Massa membawa bendera serta ikat kepala oranye bertuliskan Aliansi Serikat Pedagang Stasiun Layang. Massa menggunakan mobil bak terbuka sebagai mimbar orasi demonstran yang mayoritas kaum laki-laki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator aksi, Salim, menuturkan aksi bertujuan menuntut tindakan PT KAI yang sewenang-wenang menggusur lapak para pedagang tanpa ada kompromi.
"Kami demo damai menuntut kesewenangan PT KAI yang memutuskan sepihak tanpa kompromi, tanpa diskusi," kata Salim kepada detikcom, di lokasi demonstrasi, Rabu (8/2/2012).
Menurut dia, PT KAI tiba-tiba mengirimkan surat pengosongan dan memagar lapak yang biasa digunakan untuk berdagang. Mereka menuding PT KAI hanya memfasilitasi perusahaan besar untuk masuk dan berjualan di dalam stasiun, seperti restoran cepat saji dan minimarket 24 jam.
"Kami ingin mendapatkan tempat yang layak dan sesuai. Kami menuntut tetap berdagang tapi mereka menutup begitu saja," ucap Salim.
Saat ini tengah berlangsung dialog antara pihak dari Kementerian BUMN dengan 5 orang perwakilan pedagang. Aksi berjalan damai dan tidak menimbulkan kemacetan ruas jalan. Sekitar 100 polisi mengawal aksi para pedagang.
(ahy/nrl)










































