"Saya nyatakan sidang paripurna istimewa Pemilihan Ketua MA terbuka dan dibuka untuk umum," kata Harifin saat membuka sidang di kantor MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
"Seorang Ketua MA bukanlah segala-galanya. Saya berharap Ketua MA terpilih nanti bersama-sama Saudara sekalian menuju peradilan yang agung," tambah Harifin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Setiap hakim agung dapat memilih dan dipilih menjadi calon Ketua MA
2. Setiap hakim agung hanya dapat memilih 1 orang calon Ketua MA
3. Untuk dapat ditetapkan sebagai calon Ketua MA adalah yang terpilih dengan suara terbanyak urutan satu dan dua
4. Apabila ternyata berdasarkan hasil perhitungan kartu suara seorang calon Ketua MA telah mendapatkann suara 50 persen ditambah satu kartu suara yang sah, maka calon Ketua tersebut ditetapkan sebagai Ketua MA terpilih.
Apabila yang bersangkutan menyatakan tidak bersedia untuk ditetapkan sebagai Ketua MA maka calon Ketua MA yang telah mendapatkan suara terbanyak urutan 2 dan 3 diminta kesediaannya untuk dicalonkan sebagai Ketua MA untuk putaran kedua.
5. Apabila tidak tercapai suara 50 persen ditambah satu kartu suara yang sah, maka calon Ketua MA yang telah mendapatkan suara terbanyak urutan 1 dan 2 diminta kesediaan untuk dicalonkan sebagai ketua MA dan apabila salah satu calon menyatakan tidak bersedia maka urutan suara terbanyak 3 menggantikan posisi dari yang mundur.
6. Apabila calon Ketua MA yang mendapatkan suara terbanyak dalam putaran kedua maka langsung ditetapkan sebagai Ketua MA terpilih.
7. Apabila pada putaran kedua calon Ketua MA memperoleh suara yang sama maka diadakan putaran ketiga.
8. Apabila putaran ketiga suaranya tetap sama maka akan diadakan putaran keempat yang akan dilaksanakan dalam waktu 1x24 jam.
(asp/nrl)










































