"Itu baru dilakukan pemeriksaan urine. Ada 1 yang terindikasi," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan kepada detikcom, Rabu (8/2/2012).
Bambang menolak mengungkap identitas kopilot yang terindikasi narkoba tersebut. Sebab hingga kini, pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan padanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menjelaskan, pihaknya melakukan tes urine bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN). Kemenhub juga sudah membentuk Satgas bersama BNN yang dipimpin Wamenhub Bambang Susantono.
Bambang menegaskan, tes urine tidak bertujuan mencari kesalahan para pilot dan kopilot. Namun pihaknya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan jika pilot dan kopilot mengkonsumsi narkoba.
"Ini untuk pencegahan, bukan mencari kesalahan. Kita mau sosialisasi," kata Bambang.
Sebelumnya diberitakan, pilot Lion Air, Saiful Salam, ditangkap di Hotel Garden Palace kamar 2019, Surabaya, pada pukul 03.30 WIB, Sabtu (4/2) dengan barang bukti sabu seberat 0,04 gram dan alat hisap sabu. Dia rencananya akan menerbangkan pesawat pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya.
Saat ditangkap di kamar itu bersama Saiful ada 3 temannya. Mereka tengah bermain kartu. Hasil pemeriksaan urine hanya Saiful yang positif mengkonsumsi sabu, 3 temannya yang lain negatif.
(nik/nrl)











































