"Bukan penggusuran, tetapi disitu kami akan melakukan pembenahan. Nantinya akan disediakan satu tempat dimana mereka bisa menyewa dan menjajakan dagangannya di tempat yang sudah disediakan," tutur Kepala Humas, Daops I PT KA, Mateta Rizalulhaq saat dihubungi detikcom, Rabu (8/2/2012).
Menurut Mateta, apa yang dilakukan oleh Daops I PT KA sudah sangat mendesak. Mengingat saat ini kondisi stasiun-stasiun tersebut sudah cukup memprihatinkan dengan kondisi yang sangat tidak teratur.
"Nanti kalau sudah jadi juga mereka akan merasakan dampak positifnya. Makanya jangan buru-buru ditolak," jelasnya.
Sebelumnya, Aliansi Serikat Pedagang di Stasiun Layang Cikini menolak rencana penggusuran oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Bahkan, mereka mengancam akan berdemo dengan menutup jalur kereta di Stasiun Cikini.
Para pedagang yang terdiri dari pedagang nasi, minuman dan pengrajin di Stasiun Gondangdia, Cikini dan Juanda itu mencium ada rencana penggusuran berkedok revitalisasi.
(did/did)











































