"Kok bisa sampai 12 orang, dugaan saya ada orang internal ikut bermain," ujar Martin saat dihubungi detikcom, Rabu (8/2/2012).
Politisi dari Partai Gerindra itu meminta agar kaburnya 12 tahanan dapat diusut secara tuntas. Kejadian ini kata Martin, cukup mempermalukan polisi di hadapan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Martin menilai ada kejanggalan dalam kejadian itu. Pertama, pada saat kejadian polsek diisi para polisi yang bertugas malam hari. Kedua, bangunan polsek yang tidak terlalu besar akan terdengar kegaduhan ketika 12 orang mencoba kabur.
"Masa bisa bobol begitu, harus dievaluasi sistem penjagaannya pasti ada yang salah diinternal polseknya," kata Martin.
Martin menyarankan agar pengejaran terhadap 10 tahanan yang masih buron dapat melibatkan Polda Metro dan Polres Jakarta Pusat. Jangan sampai pengejaran berlangsung terlalu lama.
"Kalau pengejaran seluruh polisi tidak hanya polsek, polres dan polda ikut bertanggung jawab," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, 12 tahanan Polsek Cempaka Putih melarikan diri sekitar pukul 02.00 WIB tadi. Para tahanan yang merupakan tersangka kasus narkoba dan pencopetan itu kabur dengan cara menggergaji teralis besi jendela kamar mandi yang terletak di dalam sel tahanan.
Para tersangka telah merencanakan pelarian itu selama satu minggu sebelumnya. Dua tersangka Suwardi dan Agus berhasil ditangkap di Bekasi dan Tanjung Priok, beberapa jam usai melarikan diri.
(did/did)











































