"Hakim meres itu gampang. Sebab kalau pidana, nggak ada yang mau masuk bui kan? Bayar berapa saja mau dia," kata Adi Andojo.
Hal ini disampaikan dalam diskusi menjelang pemilihan Ketua MA oleh Kelompok Lintas Hukum di Gedung Annex, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hakim harus mempunyai jiwa prajurit yang sederhana dan tidak ada keinginan menjadi koruptor. Sebab dengan jujur akan membuat hidup akan damai.
"Jadi hakim itu harus berjiwa prajurit. Sederhana, tidak ada keinginan untuk korupsi. Bajunya murah-murah, tidak perlu perhiasan yang mahal-mahal," bebernya.
Lantas, pria kelahiran Yogyakarta, 11 April 1932 menceritakan rumahnya dijual seharga Rp 4 miliar karena rumah tersebut didapat dari mencicil.
"Kami mendapat rumah dinas tahun 1961. Karena saya Ketua Muda MA, saya bisa milih, boleh dicicil. Dapat rumah halamannya luas, lalu saya jual. Katanya kalau dijual sesuai NJOP harganya Rp 4 miliar. Saya beli rumah lain. Itu tanpa korupsi. Tanpa korupsi," terang Adi menandaskan.
(asp/gah)










































