Meneg LH pun Ogah Makan Ikan Benjol-benjol
Jumat, 30 Jul 2004 06:30 WIB
Jakarta - Kamis (29/7/2004) kemarin Meneg Lingkungan Hidup (LH) Nabiel Makarim bertandang ke perkampungan Teluk Buyat, Kab.Minahasa, Sulut. Didampingi Gubernur Sulut,A.J Sondakh, dan jajaran pejabat pemda setempat, Nabiel mengadakan kunjungan singkat. Masyarakat perkampungan Teluk Buyat sempat menyajikan ikan benjol-benjol kepada Nabiel. Sekitar 20 ekor ikan sebesar telapak tangan dipancing langsung dari Teluk Buyat. Selama ini para aktivis LSM dan warga setempat meyakini ikan itu jadi benjol-benjol karena pencemaran logam berat dari PT Newmont Minahasa Raya (MNR)."Ikan yang benjol-benjol itu dibelah tepat pada benjolannya. Kemudian ditunjukkan kepada pak Nabiel, sambil menawarkan ikannya mau disajikan bagaimana, panggang, bakar, atau goreng," kata Yudiansyah, sekretaris Yayasan Sahabat Perempuan dalam perbincangan pagi dengan detikcom, Jumat (30/7/2004). Yudiansyah menuturkan, spontan muka Nabiel terlihat kaget dan pucat. Bahkan bisa dikatakan ketakutan. Nabiel yang kaget melihat kondisi ikan tersebut langsung menolak makan ikan benjol. Katanya,"Jangan, jangan. Ikan ini harus diperiksa dulu."Menurut rencana sebelumnya, dalam kunjungan kedua pejabat itu, Newmont juga merencanakan makan ikan bersama dengan Nabiel dan gubernur untuk membuktikan tak ada pencemaran di Teluk Buyat. Yudiansyah menyatakan Nabiel akhirnya tetap makan ikan, tetapi ikan yang dimakan bukan ikan yang diambil langsung dari Teluk Buyat. Ikan yang dimakan Nabiel adalah ikan yang disajikan oleh pemda setempat. Ikan itu diambil dari Laut Amurang.Dalam kunjungan singkatnya, Nabiel sempat mengunjungi tempat tinggal penduduk setempat. Sejumlah warga sempat memperlihatkan benjolan-benjolan yang diderita mereka. Bahkan ada seorang ibu yang memperlihatkan benjolan yang kebetulan terletak di payudaranya. "Pak Nabiel menyumbangkan beras 3 ton dan Rp 5 juta dari Pemda untuk membantu masyarakat. Tetapi bukan itu yang diharapkan masyarakat. Masyarakat Teluk Buyat ingin penderitaan mereka segera berakhir," tandas Yudiansyah. Bahkan salah satu warga Buyat, Lasmi Makalang (22), kemarin terpaksa dilarikan ke RS Pancaran Kasih Menado. Sebelumnyanya Lasmi dirawat di RS Noongan, Minahasa Selatan. Lasmi dirawat karena menderita penyempitan pembuluh darah. Sebelum masuk ke rumah sakit, Lasmi sempat menderita kejang-kejang, batuk dan nyeri di dada. Namun pihak puskesmas setempat hanya menyatakan Lasmi menderita infeksi paru-paru.
(dni/)











































