KSAD akan Pecat Prajurit yang Mendukung Salah Satu Capres
Kamis, 29 Jul 2004 23:44 WIB
Jakarta - Kepala Staf TNI-AD (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menegaskan acara silaturahmi dengan para sesepuh dan purnawirawan TNI AD tidak ada hubungannya dengan dukung-mendukung salah satu capres. Menurutnya bila ada prajuritnya yang terlibat dukung-mendukung, akan dipecat. Hal itu diungkapkan oleh KSAD usai acara apel renungan malam para komandan satuan TNI AD di Mabes AD, jalan Veteran, Jakarta, Kamis (29/7/2004) malam. "Saya tidak bicara politik. Tidak ada dukung-dukungan. Saya laporan pada sesepuh, tidak mengajak sesepuh untuk dukung mendukung. Begitu juga kepada prajurit. Namun begitu, kalau ada prajurit yang terlibat, saya akan pecat," tegas KSAD. KSAD menambahkan bahwa gelar apel renungan malam komandan satuan TNI AD juga silaturahmi dengan keluarga besar TNI tidak ada hubungannya dengan ancaman dalam pelaksanaan pilpres. Sedangkan menanggapi RUU TNI yang saat ini tengah dibahas di DPR, dimana salah satu pasal membahas tentang masalah masuknya kembali dwi fungsi, KSAD menolak menjawab. "Tidak ada hubungannya. Jangan bicara itu lagi, saya tidak peduli. yang penting kita bisa melaksanakan pengamanan negara," tandasnya. Sedangkan ketika ditanya apakah TNI AD tidak berubah sesuai dengan pesan Panglima Jend TNI, yang dibacakan dalam sambutannya tadi bahwa aset paling besar bangsa ini adalah angkatan perang yang tidak berubah. Jawab KSAD, "Perubahan itu ada, tetapi tentara rakyat tidak berubah. Kalau berubah itu anacaman bagi negara ini."
(dni/)











































