"Kalau Ruhut itu sinetron politik, dia kan artis sinetron. Itu juga bukan atas perintah Pak SBY," jelas Mubarok yang juga ketua tim pemenangan Anas dalam Kongres PD di Bandung pada 2010.
Mubarok heran pada motif Ruhut yang terus menyampaikan berulang-ulang agar Anas mundur. Namun dia yakin, pihak yang dituding Ruhut selalu naik daun pada akhirnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedang soal nasib Anas di PD, Mubarok menilai semuanya diserahkan kepada proses hukum yaitu di KPK. "Kita ikuti saja, tidak bisa dengan pengakuan-pengakuan," katanya.
Mubarok enggan meramal nasib Anas ke depan, terkait dengan kasus ini. Apakah Anas bisa melenggang atau selesai di sini saja. "Kalau orang berjuang di politik biasa saja. Kita ikuti saja," tuturnya.
(ndr/nrl)











































