Pengamatan detikcom, Selasa (7/2/2012), situasi memanas saat puluhan pendemo yang telah berkemah 20 hari di depan Kemendagri didatangi 'tamu tidak diundang.'
Sedikitnya 300 personel gabungan Satpol PP dan Polres Metro Jakarta Pusat menyambangi lokasi tersebut pukul 10.30 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pembongkaran ini langsung mendapat perlawanan dari pendemo. Pendemo berusaha menyelamatkan barang-barang yang diambil petugas Satpol PP.
"Jangan ada yang mukul...jangan ada yang mukul," imbau polisi kepada teman-temannya.
Pendemo juga terlibat saling tarik menarik dengan Satpol PP yang mengamankan beberapa pendemo menjauh dari lokasi. Situasi sedikit mereda setelah pendemo berhasil menyelamatkan sejumlah rekannya.
Tenda dan toilet kini rata dengan tanah. 1 Mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan lokasi yang dipenuhi sampah-sampah itu.
"Kami tetap bertahan di sini sampai tuntutan kami dipenuhi. Nanti akan datang tambahan warga tanah merah. Kita akan bangun lagi tenda-tenda dan bertahan," ujar Agus, salah seorang warga Tanah Merah.
Pendemo masih bertahan dan berkerumun di depan Gedung Kemendagri. Demikian pula dengan aparat kepolisian yang masih siaga di lokasi dan menjaga aksi bersih-bersih itu.
Warga Tanah Merah sebelumnya menginap di depan Kantor Kemendagri untuk meminta Mendagri Gamawan Fauzi menerbitkan KTP resmi untuk mereka. Mereka membangun toilet itu mulai Senin 6 Februari 2012.
(aan/gah)











































